5 Februari 2011

2. Ada apa dengan yudi? ( part 2 )


Kemudian dia pergi meninggalkanku di koridor sekolah tanpa bicara,
Kenapa sih tu anak ? apa sih masalah dia? 2 hal itu terus bergejolak dalam kepalaku, tanpa kusadari aku sudah sampai di rumah, ma ! riki pulang !
Oh dah pulang toh ? makanan dahh mama siapkan diatas meja ya ! mama mau pergi,
Pergi kemana ma?
Mama mau arisan di rumah bu surti, ituloh yg baru pindah kesini itu ,
Oh bu surti,
‘Mama pergi dulu ya !’ kata mama sambil pergi ke pintu depan,’oh ya hampir lupa! Rik! Nanti jangan pergi kemana-mana ya ! sebelum mama pulang ! mama sebentar kok !
Iya ma !
Setelah mama pergi aku pun naik kekamarku dilantai 2 , ganti baju, kemudian turun lagi ke bawah untuk makan, ‘’ hmm, tumben makanan hari enak banget’’ kataku sambil melahap makanan yg bisa kulihat diatas meja, soalnya aku kelaparan banget.
                Setelah makan , akupun naik lagi kekamarku dan mendengarkan musik di mp3 playerku yg baru,
Tanpa sadar sudah sore dan mama juga sudah pulang, akupun langsung cabut keluar ketika mama pulang.
                ‘yak berhasil!hmm itukan yuda?’’ kataku melihat seseorang ditaman sendirian, akupun meng hampirinya.
‘woi ! jangan menung nanti kesambet lo !’ kataku padanya, dia tersentak kaget dan mulai tersenyum,
‘iya, kau ngapain disini?’
Oh aku? Hanya jalan2 sore, oh ya yud, jawab dong pertanyaanku tadi siang !
‘hmm sebenarnya aku memecahkan vas bunga kesayangan ibuku, aku takut sekali ibu akan marah sehingga aku tidak mengatakan bahwa akulah pelakunya,’ katanya sambil kembali murung,
‘hmm itutoh masalahnya, kau gk usang murung gitu, masak Cuma masalah kayak gini dia marah? Enggaklah ! kataku sambil berusaha membuatnya ceria lagi,
‘jadi aku harus gimana nih?, aku merasa bersalah memecahkan vas bunga itu sekaligus berbohong,’
‘mudah aja, kau bilang aja yang sebenarnya, bahwa kaulah yang memecahkan vas bunga itu dengan tidak sengaja, aku yakin pasti ibumu tidak marah,’
‘hmm….’ Dia berpikir sejenak ‘ kau benar aku harus bilang yg sebenarnya dari terus merasa bersalah sperti ini ! ‘ katanya mulai ceria lagi
‘ gitu dong ! baru temanku namanya ! ‘
Esoknya pas disekolah aku bertemu dengannya, dia sudah kembali ceria lagi seperti biasanya
‘ thanks ya rik buat saranmu yg kemaren ! aku kasih tau ibu yg sebenarnya ! dan surprise ! ternyata dia tidak marah bahkan bilang bahwa aku anak yg pemberani yg mau memberitahukan yg sebenarnya ! katakanya dengan wjah yg berseri – seri
Ya sama-sama ! makanya lain kali hati-hati ya,
end

2 komentar:

  1. kalo mau copy harus coment ya !

    BalasHapus
  2. yah good lah... but, remember the grammar ! ^_^...
    I will be the first reader of your short story...
    will wait for your next story!

    BalasHapus